DISUSUN OLEH:

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga penulisan Proposal Usulan Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) ini dapat penulis selesaikan dengan baik dan lancar tanpa hambatan yang berarti.
Penulisan Proposal Usulan PKMK ini dilaksanakan agar mahasiswa mampu menciptakan dan membuka lapangan kerja sendiri di samping pekerjaan pokoknya sebagai seorang guru di Sekolah Dasar. Selain itu, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kegiatan kewirausahaan di negara ini dengan lebih baik tentunya.
Penulis menyadari bahwa dalam penelitian dan penyusunan proposal ini, penulis tidak dapat bekerja sendiri tanpa ada bimbingan, saran-saran dan bantuan dari banyak pihak sehingga Proposal Usulan PKMK ini dapat terselesaikan dengan lancar tanpa ada hambatan yang berarti. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Yulianti, M. Pd, selaku dosen mata kuliah Kewirausahaan yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan Proposal Usulan PKMK ini.
2. Kedua orang tua tercinta, yang telah memberikan doa restu, dorongan, serta motivasi sehingga proposal ini dapat terselesaikan.
3. Teman-teman kelas 4C S1 PGSD Tahun Pelajaran 2009/2010 yang penulis sayangi.
4. Semua pihak yang membantu terselesaikannya proposal ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari, dalam penyusunan proposal ini terdapat banyak kekurangan serta jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun, penulis harapkan demi kesempurnaan di masa yang akan datang. Penulis berharap semoga proposal ini memberi manfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Surakarta, April 2010

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman Judul …………………………………………………………………………………………………… 1
Kata Pengantar ………………………………………………………………………………………………….. 2
Daftar Isi …………………………………………………………………………………………………………… 3
Judul Program …………………………………………………………………………………………………… 4
Latar Belakang Masalah …………………………………………………………………………………… 4
Perumusan Masalah …………………………………………………………………………………………. 5
Tujuan Program ……………………………………………………………………………………………….. 5
Luaran yang Diharapkan ………………………………………………………………………………….. 6
Kegunaan Program ………………………………………………………………………………………….. 6
Metodologi Pelaksanaan Program ……………………………………………………………………. 6
Jadwal Kegiatan Program …………………………………………………………………………………. 8
Nama dan Biodata ……………………………………………………………………………………………. 9
Biaya ………………………………………………………………………………………………………………… 9
Lampiran ………………………………………………………………………………………………………….. 12

PROPOSAL USULAN
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA KEWIRAUSAHAAN
(PKMK)

1. JUDUL PROGRAM
“USAHA PEMBUATAN PASTEL KOMBINASI SRI ASIH”
Di desa Talunombo, Baturetno, Wonogiri.

2. LATAR BELAKANG MASALAH
Pada masa sekarang ini, persaingan dalam dunia kerja sangat ketat. Generasi muda yang telah menyelesaikan pendidikan, banyak yang belum mempunyai pekerjaan. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda penerus bangsa yang cerdas harus mampu memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menciptakan usaha. Usaha tersebut selain untuk kita sendiri juga diharapkan dapat bermanfaat untuk orang lain. Dalam pembuatan usaha diperlukan keuletan dan kreatifitas pengusaha.

Pada era globalisasi seperti sekarang ini, berbagai jenis makanan baru mulai masuk ke Indonesia. Keanekaragaman jenis makanan muncul dipengaruhi oleh kreatifitas pembuatnya. Dari cara pengolahan sampai bahan-bahan yang digunakan bisa dikombinasikan, sehingga dapat menciptakan suatu produk makanan yang berbeda dan digemari banyak orang. Suatu makanan yang unik, biasanya cukup digemari oleh masyarakat karena lain dari yang lain.

Di desa tempat tinggal penulis, Desa Talunombo, Baturetno, Wonogiri, berbagai jenis makanan untuk keperluan hajatan, arisan, rapat, pengajian ataupun perkumpulan yang lain, berkembang sangat pesat. Dimulai dari jenis makanan yang tradisional maupun makanan yang sudah modern, semua tersedia. Sehingga semuanya tergantung kepada pilihan konsumen, ingin menggunakan jenis makanan yang mana, yang menurutnya cocok untuk acara-acara tertentu. Tidak jarang juga, pembeli menginginkan suatu makanan yang beda, yang belum atau jarang digunakan oleh orang kebanyakan. Hali ini dilakukan, agar tidak mengalami kebosanan karena makanan yang disajikan sudah sering muncul di berbagai acara-acara.

Dalam usaha ini, pengusaha menciptakan kreasi makanan yang beda dari sebelumnya, yaitu pastel yang diisi dengan potongan telur ayam, wortel, kentang. Selain itu, pastel kombinasi ini berukuran cukup besar sehingga sangat memuaskan bagi konsumen yang membeli ataupun memakannya. Biasanya, makanan pastel ini identik dengan pastel yang diisi dengan abon dan berukuran kecil, sehingga munculnya pastel kombinasi ini merupakan suatu kreasi baru yang cukup menarik. Bahan dan peralatan untuk membuat usaha ini mudah diperoleh serta modal yang diperlukan tidak terlalu besar, sehingga diharapkan usaha ini dapat memberikan hasil yang maksimal.

Minat pembeli yang tinggi terhadap jenis makanan baru dan berbeda dari yang lain inilah yang membuat penulis termotivasi untuk mendirikan usaha pastel kombinasi yang tentunya berbeda dari usaha yang sudah ada, sehingga konsumen akan tertarik dengan inovasi yang saya buat. Dengan adanya variasi pastel kombinasi ini, diharapkan tidak akan kalah dengan usaha sejenis yang sudah ada serta usaha ini nantinya akan dapat merekrut tenaga baru sehingga upaya pengurangan pengangguran akan dapat terlaksana.

3. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, masalah yang mungkin akan muncul antara lain:
1. Bahan dan peralatan apa saja yang dibituhkan untuk membuat usaha pastel kombinasi?
2. Berapakah modal yang diperlukan untuk mendirikan usaha pastel kombinasi?
3. Bagaimanakah kualitas produk yang dihasilkan?
4. Bagaimanakah cara pemasaran produk pastel kombinasi?
5. Berapakah keuntungan yang dihasilkan dari usaha ini?

4. TUJUAN PROGRAM
Tujuan yang ingin dicapai dari usaha pembuatan pastel kombinasi ini adalah:
1. Melatih mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan.
2. Menghasilkan produk yang berbeda dengan kualitas yang lebih tinggi.
3. Membantu mahasiswa untuk menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri dan orang lain, sehingga dapat mengurangi pengangguran.
4. Meningkatkan taraf perekonomian.
5. Mengembangkan potensi diri agar lebih mandiri dalam berwirausaha serta menambah pengalaman dalam menjalankan usaha di bidang pertanian.

5. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran yang diharapkan dari usaha ini adalah makanan yang enak dan gurih dengan harga yang relatif murah. Hali ini disebabkan bahan yang digunakan berkualitas baik dan diolah secara higienis.
Usaha ini dipilih karena makanan ini diminati oleh masyarakat dan belum banyak yang mengembangkan sehingga diharapkan mempunyai prospek yang baik.

6. KEGUNAAN PROGRAM
Usaha pembuatan produk makanan ini mempunyai manfaat untuk menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga mengurangi pengangguran, serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Usaha ini juga mampu menekan angka kemiskinan dan dapat mengoptimalkan produk/bahan makanan yang semula dikonsumsi sehari-hari dapat diolah menjadi makanan yang bervariasi.

7. METODOLOGI PELAKSANAAN PROGRAM
Metode yang digunakan untuk melaksanakan program ini adalah:
1. Wawancara
Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi dan data-data lengkap tentang hal-hal yang berkaitan dengan usaha pembuatan wingko babat.
2. Observasi
Obsevasi dilakukan untuk memperoleh data dan informasi dari setiap indicator usaha, agar mendapatkan gambaran konkret tentang usaha pembuatan paste kombinasi. Melalui observasi ini, kita akan dapat mengetahui tentang berbagai hal dalam kegiatan wirausaha. Misalnya menegtahui cara membuka usaha, cara mengelola usaha, cara mengelola modal, serta cara mengembangkan usaha. Hal-hal yang dapat diamati dalam kegiatan obsevasi ini adalah prospek lingkungan, harga bahan, cara mengelola, hasil, pemasaran, dan dokumentasi.
3. Praktik Langsung
Praktik langsung sering disebut juga sebagai observasi partisipatif yang bertujuan untuk memperoleh data, pengetahuan, dan keterampilan dengan cara terjun langsung pada suatu kondisi lingkungan yang dimaksud. Praktik langsung dilaksanakan guna mengetahui objek-objek secara nyata dan membuat seseorang dapat memprediksikan kemungkinan kegagalan, resiko yang dihadapi, masalah yang akan muncul, serta cara mengatasi masalah tersebut. Selain itu, praktik langsung juga dapat membiasakan seorang wirausahawan baru untuk berfikir professional tentang usaha-usaha yang dijalankan. Kegiatan yang terdapat dalam praktik langsung ini antara lain latihan, proses kerja, dan pemasaran.
Metodologi pelaksanaan usaha ini berupa:
a. Tempat Pembuatan Pastel Kombinasi
Usaha pembuatan pastel kombinasi ini bertempat di Dusun Talun, Desa Talunombo, Kec. Baturetno, Kab. Wonogiri.
b. Alat dan Bahan Pembuatan Pastel kombinasi untuk 1 Adonan
1) Alat
a) Wajan + alat penggorengan
b) Kompor + tabung gas
c) Baskom besar
d) Panci
e) Cobek ulekan
f) Loyang plastik
2) Bahan
a) Tepung terigu
b) Telur ayam
c) Mentega
d) Kentang
e) Wortel
f) Daun bawang
g) Lada
h) Bawang putih
i) Minyak goreng
j) Garam dan micin (penyedap rasa)
k) Gula pasir
c. Cara Membuat
Langkah-langkah pembuatan pastel kombinasi adalah sebagai berikut:
a) Cara membuat kulit pastel
1) Ambil tepung terigu, masukkan dalam baskom besar.
2) Masukkan mentega, telur ayam, dan penyedap rasa ke dalam tepung.
3) Campur semua bahan jadi satu, tambahkan air sedikit demi sedikit, sampai bahan menjadi tidak lengket lagi.
b) Cara membuat isi pastel
1) Kentang dan wortel dikupas lalu bersama dengan daun bawang dipotong bentuk dadu kecil-kecil, kemudian dicuci lalu ditiriskan.
2) Buat bumbu yang terdiri dari lada, bawang putih, garam, dan michin yang diulek jadi satu.
3) Bumbu ditumis dengan menggunakan minyak goreng dalam wajan.
4) Masukkan bahan seperti kentang, wortel, dan daun bawang ke dalam bumbu yang ditumis. Aduk sampai matang.
5) Ambil telur ayam untuk isi pastel, lalu rebus dalam dandang sampai matang.
6) Kupas telur dan potong menjadi seperenam bagian.
c) Cara membuat pastel
1) Ambil adonan tepung secukupnya, bentuk bulat kemudian tekan dengan kuat hingga berbentuk lempengan tipis.
2) Ambil isi bahan ditambah irisan telur rebus dan letakkan di atas adonan tipis.
3) Tutup adonan hingga menyerupai setengah lingkaran dan bentuklah pinggiran adonan menjadi bergelombang.
4) Setelah selesai, goreng pastel mentah dalam wajan yang berisi minyak goreng panas hingga matang (berwarna kuning kecoklatan).
5) Pastel yang sudah makan siap disajikan dan dijual.

8. JADWAL KEGIATAN
Jadwal ini disusun untuk mengatur kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam pembuatan pastel kombinasi agar dapat tepat waktu. Jadwal tersebut terperinci dalam table sebagai berikut:
JADWAL PEMBUATAN PASTEL KOMBINASI

No. Kegiatan Hari
Jumat Sabtu
1. Pembelian bahan √
2. Penyiapan alat √
3. Proses pembuatan √
4. Pembungkusan √
5. Pendistribusian √

Keterangan:
1. Hari Pertama (Jumat)
Pembelian bahan baku yang diperlukan, antara lain:
2. Hari Kedua (Sabtu)
Pada hari kedua sudah memasuki proses menyiapkan alat dan bahan serta proses pembuatan pastel kombinasi. Setelah proses pembuatan pastel kombinasi selesai, produk dapat langsung dibungkus/dikemas dan kemudian dididtribusikan.

9. NAMA DAN BIODATA
Nama :
NIM
Program Studi/Jurusan :
Jenjang Pendidikan :
Tempat, Tanggal Lahir :

10.BIAYA
1. Biaya Modal Awal
a. Alat (modal tetap)
Karena alat-alat yang diperlukan untuk membuat pastel kombinasi sudah ada (inventaris alat sudah lengkap), maka tidak perlu lagi membeli alat-alatnya. Tetapi untuk memperjelas berapa banyak modal untuk peralatannya, bisa dilihat dari rincian sebagai berikut:

No. Nama Alat Banyaknya Harga Satuan Jumlah
1. Wajan 1 buah Rp 25.000,00 Rp 25.000,00
2. Panci 1 buah Rp 25.000,00 Rp 25.000,00
3. Alat penggorengan 1 set Rp 10.000,00 Rp 10.000,00
4. Cobek ulekan 1 buah Rp 5.000,00 Rp 5.000,00
5. Baskom besar 2 buah Rp 8.000,00 Rp 16.000,00
6. Plastik lebar 1 meter Rp 2.500,00 Rp 2.500,00
7. Kompor+gas 1 buah Rp 100.000,00 Rp 100.000,00
8. Loyang plastik 5 buah Rp 5.000,00 Rp 25.000,00
Jumlah Rp 208.500,00

b. Bahan untuk sekali produksi

No. Nama Bahan Banyaknya Harga Satuan Jumlah
1. Tepung terigu 2 kg Rp 7.000,00 Rp 14.000,00
2. Telur ayam 1 kg Rp 15.000,00 Rp 15.000,00
3. Mentega* 1 kg Rp 10.000,00 Rp 10.000,00
4. Bawang putih* 0,5 ons Rp 1.000,00 Rp 1.000,00
5. Kentang 1 kg Rp 6.000,00 Rp 6.000,00
6. Wortel 1 kg Rp 4.000,00 Rp 4.000,00
7. Daun bawang 1 ons Rp 4.000,00 Rp 4.000,00
8. Penyedap rasa* 3 bungkus Rp 300,00 Rp 900,00
9. Lada 1 ons Rp 2.000,00 Rp 2.000,00
10. Garam* 1 bungkus Rp 4.500,00 Rp 4.500,00
11. Micin* 1 bungkus Rp 1.500,00 Rp 1.500,00
12. Minyak goreng 1 liter Rp 10.000,00 Rp 10.000,00
13. Gula pasir* 1 ons Rp 1.000,00 Rp 1.000,00
Jumlah Rp 73.900,00

Keterangan: tanda (*), bahan digunakan untuk beberapa kali produksi

c. Modal Awal yang Dibutuhkan
Dari uraian di atas, maka modal awal yang dibutuhkan dalam usaha pembuatan pastel kombinasi ini adalah sebagai berikut:

Alat : Rp 208.500,00
Bahan : Rp 73.900,00 +
Total : Rp 282.400,00

Karena alat-alat yang diperlukan adalah barang sekali beli dan sudah tersedia dengan lengkap, maka modal awal yang dibutuhkan adalah modal untuk membeli bahan-bahan, yaitu Rp 73.900,00
Dari bahan yang tersedia, dapat dibuat pastel kombinasi sebanyak 150 buah pastel.
Sedangkan harga setiap pastel kombinasi adalah Rp 1.000,00, sehingga didapat:

Penghasilan Kotor : Harga per buah pastel x pastel yang dihasilkan
: Rp 1.000,00 x 150 buah
: Rp 150.000,00
d. Laba yang didapat

No. Keterangan Debit Kredit
1. Penghasilan kotor (satu kali produksi) Rp 150.000,00
2. Modal awal untuk membeli bahan-bahan Rp 73.900,00
3. Gaji 1 orang karyawan per hari Rp 15.000,00
Jumlah Rp 150.000,00 Rp 88.900,00

Laba awal yang didapat : Debit – Kredit
: Rp 150.000,00 – Rp 88.900,00
: Rp 61.100,00

Jadi, laba yang diperoleh untuk setiap satu kali produksi pastel kombinasi ini adalah Rp 61.100,00.

Dalam waktu satu bulan dapat diperoleh laba:
Rp 61.100,00 x 30 hari : Rp 1.833.000,00

Dalam setiap kali produksi disisihkan Rp 2.000,00 untuk mengganti alat-alat yang sekiranya perlu diganti. Dalam satu bulan akan tersisih uang sebanyak Rp 60.000,00 sebagai cadangan untuk mengganti alat produksi.

Maka laba bersih dari setiap kali produksi adalah:
Rp 61.100,00 – Rp 2.000,00 = Rp 59.100,00
Sedangkan laba bersih setiap bulannya adalah:
Rp 1.833.000,00 – Rp 60.000,00 = Rp 1.773.000,00

LAMPIRAN GAMBAR

Alat dan bahan untuk mem