Latest Entries »

Sasaran :
Membedakan pelatihan dan pengembangan
Menerangkan tujuan pelatihan dan pengembangan
Menguraikan teori koneksionisme dan kognitif
Menjelaskan 6 tahap penyusunan program pelatihan & pengembangan
Menguraikan penilaian efektifitas program pelatihan & pengembangan

Pendahuluan

Bagian ini merupakan aplikasi dari penggunaan prinsip umum dari psikologi yaitu prinsip pembelajaran. Dalam arti setelah karyawan diterima maka pengetahuan sikap dan keterampilan masih perlu untuk disesuaikan dengan yang diperlukan perusahaan, perkembangan teknologi menyebabkan timbulnya mesin-mesin baru yang lebih canggih diperlukan adanya penyesuaian penguasaan alat untuk mengoperasikannya.

Pengertian

Pelatihan adalah proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir, sehingga tenaga nonmanajerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis untuk tujuan tertentu.

Pengembangan adalah proses pendidikan jangka panjang yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir sehingga tenaga kerja nonmanajerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis untuk tujuan yang umum

Tujuan dari pelatihan dan pengembangan
1. meningkatkan produktivitas :pelatihan dapat meningkatkan prestasi untuk berproduksi
2. meningkatkan mutu : pengetahuan dan keterampilan dapat mengurangi eror kerja
3. meningkatkan ketepatan dalam perencanaan SDM : mendapatakn SDM yang sesuai
4. meningkatkan semangat kerja : iklim menjadi lebih kondusif jika diberi pelatihan
5. menarik dan menahan karyawan yang berkualitas : implikasinya adalah kenaikan karir
6. menjaga kesehatan dan keselamatan kerja
7. menghindari keusangan
8. sebagai personal growth

Prinsip Pembelajaran

Pembelajaran merupakan dasar dari perilaku manusia Belajar adalah suatu perubahan yang relatif permanen yang dihasilkan melalui latihan dan pengalaman, sebagai hasil dari merespon stimulus.

Teori koneksionisme dasarnya adalah keterkaitan antara stimulus dan respon. Pembelajaran diartikan sebagai suatu pengembangan perilaku sebagai hasil dari respon individu terhadap stimulus. Yang perlu untuk diberi penguatan (reinforcement), diperlukan adanya upaya penghindaran, pemadaman atas perilaku yang tidak diharapkan, diperlukan adanya reward dan punishment.

Teori cognitive merupakan prinsip pembelajaran yang menekankan pada proses kesadaran akan pemahaman dan pengenalan. Dengan penstrukturan kembali persepsi akan menghasilkan pemahaman, yang merupakan ciri dari suatu kegiatan intelektual. Perilaku manusia ditentukan melalui stimulus dengan pengantara cognitif akan menghasilkan respon.

Konsep pembelajaran

Agar proses pembelajaran dapat menjadi efektif maka diperlukan adanya suatu konsep dari pembelajaran.

Motivasi : secara umum pembelajaran dapat berjalan secara efektif jika ada motivasi untuk belajar, karena itu diperlukan adanya insentif agar seseorang mau belajar. Penguatan positif : suatu kejadian yang meningkatkan perilaku maka akan diulangi kembali. Pengetahuan tentang hasil : dengan mengetahui hasil yang didapatkan maka peserta dapat fokus pada apa yang belum dikuasainya. Experiential learning : pembelajaran memerlukan adanya praktek dan penghayatan. Transfer of training : pelatihan harus memberikan efek adanya pengembangan sebagai indikator atas adanya pemidahan pengetahuan dalam training.

Aturan pembelajaran

Untuk melancarkan proses pembelajaran harus ada aturan yang perlu diperhatikan.

Aturan pembentukan asosiasi
1. perlu sering adanya pengulangan
2. perlu adanya perhatian dan minta
3. pengulangan bersifat distributif
4. prinsip pembelajaran keseluruhan
5. pengulangan aktif dengan membaca keras lebih efektif
6. STM bisa menurun dengan cepat
7. memori menjadi lebih baik dengan metode pengelempokan
Hal yang membantu pembelajaran selektif
1. menggunakan metode seleksi positif
2. pengetahuan tentang hasil adalah pokok untuk seleksi
3. hubungan causa dibuat jelas dan berarti
4. diperlukan adanya instruksi yang baik

Memperhatikan pembedaan penginderaan
Sejauh mana kemampuan penginderaan (pengelihatan, pendengaran, dll) dari trainee untuk membedakan rangsang penginderaan.

Penyusunan program pelatihan/pengembangan

1. identifikasi kebutuhan pelathihan atau studi pekerjaan
Miner (1992) mengembangkan ada 4 macam keterampilan yang pada umumnya diberikan dalam pelatihan : a. Knowledge based skill ( keterampilam yang berbasis pada pengetahuan yang dikuasai misalnya training untuk menjalani pekerjaan sebagai customer service) ; b. Singular behavior skill ( kecakapan perilaku kerja yang sederhana misalnya senyum dalam melayani cutomer) ; c. Limited interpersonal skill (kemampuan interpersonal terbatas misalnya cara mendelegasikan tanggung jawab terhadap bawahan) ; d. Social interactive skills (keterampilan sosial-interaktif misalnya kemampuan untuk memanage konflik, kepemimpinan yang efektif).

2. Penetapan sasaran
Sasaran dibagi menjadi dua yaitu sasaran umum, yang masing-masing dibedakan lagi menjadi sasaran pelatihan (adanya pengenalan prinsip-prinsip umum yang dapat digunakan dalam situasi kerja sehari-hari) dan sasaran bagi subjek (setelah mengikuti pelatihan karyawan menampilkan perilaku kerja yang seusai dan yang didapatkannya dari pelatihan). Sasaran khusus; sasaran kognitif (peserta memahami dan mampu mengidentifikasi), sasaran afektif (peserta menunjukkan adanya kesediaan), sasaran psikomotor (penguasaan motorik dalam menjalani pekerjaan misalnya mengetik).

3. Penetapan kriteria keberhasilan dengan alat ukurnya
Jika sebagaian besar trainee menunjukkan adanya penguasaan, maka dapat disimpulkan proses pelatihan efektif. Untuk mengetahui adanya penguasaan yang meningkat, sebelum pelatihan dilakukan ujian tentang taraf penguasaan trainee (pre-test), dan dibandingkan dengan hasil ujian yang diberikan setelah pelatihan diberikan, kemudian dihitung taraf kontribusinya.

4. Penetapan meotde pelatihan
a. kuliah : untuk biaya yang rendah dan waktu yang cukup singkat
b. konprensi : pengembangan pengertian dan pembentukan sikap baru melalui diskusi
c. studi kasus : untuk melatih daya fikir yang analitis
d. bermain peran : pemahaman mengenai pengaruh perilaku melalui sandiwara
e. bimbingan terencana : urutan langkah yang menjadi pedoman kerja
f. simulasi : melatih dalam kondisi kerja buatan yang mirip dengan kondisi kerja asli
5. Percobaan dan riset
Setelah kebutuhan pelatihan, sasaran pelatihan ditetapkan, kriteria keberhasilan dan alat ukurnya dikembangkan, bahan untuk latihan dan metode latihan disusun dan ditetapkan maka langkah berikutnya adalah melakukan uji coba paket penelitian.

Model penilaian efektifitas dari program pelatihan/pengembangan

Tujuannya adalah knowledge transfer dan efektivitas program dirumuskan dalam “apakah tercapainya sasaran pelatihan menghasilkan peningkatan unjuk kerja pada pekerjaan?. Sacket dan Mullen (1993) tujuan evaluasi program dibagi dua : aspek perubahan dan aspek tingkat unjuk kerja yang dicapai.

Model reaksi dari trainee
Adanya penilaian dari peserta sebagai umpan balik terhadap program

Model after-only dan before-only
Didasarkan pada hasil tes yang dilakukan setelah pelatihan diberikan (after)
Didasarkan pada hasil tes yang dilakukan sebelum pelatihan diberikan (before)
Didasarkan pada hasil tes sebelum dan sesudah pelatihan diberikan (before- after)

Model implikasi bagi karyawan
Dengan pelatihan kontribusi karyawan menjadi bertambah, maka implikasinya adalah harus ada imblan seperti kenaikan karir atau gaji.

Tinjauan historis
Jhon locke dan milik pribadi
jhon locke adalaah filsuf ingggris yang banyak mendalami masalah social politik dan diakui sebagai orang yang pertama kali mendasarkan teori liberalisme tentang milik . menurutnya manusia mempunyai tiga hak kodrat yaitu life, freedom and proferty yg paling penting dari teori ini adalah kehidupan dan kebebasan kita miliki juga .
Adam smith dan pasar bebas
Adam smith menjadi terkenal karena dengan gigih membela pasar bebas di bidang ekonomi dalama hal ia memerangi apa yg ia sebut merkantilisme yang menandai inggris pada waktu itu peraturan dan regulasi yang berlebihan tentang perdagangan yang banya dikeluarkan pemerintah inggris
Marxisme dan kritiknya atas milik pribadi
Yang dimaksud marxisme adalah hasil pemikiran karl marx dan friedrich engels ,marxisme merupakan ajaran social-l ekonomis -politik yg sangat komplek dan tak mudak untuk disingkatkan .merka ingin memperlihatkan bahwa sistem kemasyarakatan kapitalisme mengandung kontradiksi kontradiksi internal dank arena itu akan ancur dan mau tidak mau akan digantikan oleh komunisme . dalam marxime menolak pemilikan pribadi atas capital sebab yg memiliki capital dengan sssendirinya memiliki sarana sarana produksi juga ,capital bukan kekuatan pribadi melainkan kekuatan social capital merupakan produk dari pekerjaan kolektif dan serentak juga berfungsi sebagai sarana untuk pekerjaan kolektif
Pertentangan dan perdamaian antara liberalism dan komunisme
Liberalisme
Inti pemikiran liberalisme adalah tekananya pada kebebasan individual di bidang politik peranan Negara harus seminimal mungkin supaya diberikan kesempatan sebesar besarnya kepada kebebasan para warganya . tugas pokok Negara menurut pandangan ini sbg nightwatch state “penjaga malam” karena Negara membatasi diri pada perlindungan dan pengamanan para warganya
Dibidang ekonomi pun liberalisme mengagungkan kebebasan pribadi dengan semboyan laissez faire “biar berjalan” mereka menolak segala campur tangan atau intervensi Negara dalam urusan ekonomi
Sosialisme
Sosialime adalah suatu reaksi atas ketidak beresan dalam masyarakat dalam yg disebabkan oleh liberalism . sosialisme berasal dari kata latin socius yg berate teman atau kawan sosialisme memandang manusia sebagai mahluk social atau seebagai sesame yang hidup dengan sesame lainya .masyarakat yg diatur oleh sosialisme mempunyai rasa soliditas yg tinggi . sosialisme terbagi menjadi dua yaitu
1) Sosialisme komunistis
Sosialime komunistis atau komunime menolak milik pribadi menurut mereka milik harus menjadi milik bersama atau milik kolektif tetapi sebagaimana telah diketahui karl marx menolak segala bentuk milik pribadi marx beserta pengikutnya membedakan antara pemilikan barang konsumsi dan pemilikan barang sarana produksi , komunisme tidak berkeberatan dalam pemilikan secara pribadi barang barang konsumsi .
2) Sosialisme demokratis
Sosialisme demokratis juga menempatkan masyarakat diatas individu tetapi berbeda dengan komunisme mereka tidak bersedia mengorbankan sistem pemerintahan yg demokratis yg merka anggap sebagai sebuah perolehan modern yg sangat berharga oleh krena itu mereka ingin mewujudkan cita cita sosialistis melaluijalan demokratis , marx dan engels pernah menyerukankaum buruh sedunia bersatulah maka denga itu mereka terjun ke dunia politik dengan mendirikan partai sosialis yang tulang punggungnya serikat buruh

Kekuatan dan kelemahan
Liberalisme
kekuatan liberalism adalah milik pribadi diakui sebagai cara penting untuk mewujudkan kebebasan pribadi .
tetapi kelemahanya yg utama adalah mereka kurang memperhatikan kaum miskin dan orangyg kurang beruntung didalam masyarakat berindustri kalau bisa dikatakan secara ekstrem yaitu miskin sama dengan mlas dengan anggapan apabila bekerja keras maka akan maju

sosialisme
Kekuatan sosialisme adalah mereka menemukan dimensi transindividualisme dari milik .milik selalu mempunyai suatu fungsi social dan tidak boleh dibatasi pada kepentingan pribadi aja .
Kelemahan nya adalah ekonomi yang direncanakan dengan ketat dari atas ternyata tidak berhasil .perusahaan perusahaan yg dikelola oleh Negara ditandai dengan inefisiensi
menuju perdamaian
liberalism dan sosialisme dapat dilihat sebagai dua ideology antagonis yg berjuang merebut hegemoni dipanggung politik ekonomi selama kurang lebih setengah abad pada saat sekarang tampaknya dua ideology ini tampaknya mencapai titik perdamaian walaupun belum terlihat suatu sintetis yg jelas , keseimbangan dua ideology ini rupanya sudah tercipta dengan memanfaatkan kelebihan kelebihan masing masing dan mengesampingkan kelemahanya ,pada saat ini kita menyaksikan suatu situasi paradoksal dimana dua ideology ini secara bersamaan berhasil dan serentak pula berhasil
etika pasar bebas
david Gauthier mengungkapkan pasar sempurna tidak membutuhkna moralitas dmana pasar sempurna yg dimaksudkan adalah pasar dimana kompetisi berjalan sempurna dalam situasi itu tidak dibutuhkna ditegakanya rambu rambu moral karena kepentinga kepentinga pribadi secara sempurna sesuai dengan kepentingan social masyarakat . yang pada kenyataanya situasi diatas tidak mungkin terjadi
pentingnya etika dalam semua ini terutama tampak dari dua segi . pertama dari segi keadilan social supaya semua peserta di pasar diberikan kesempatan yang sama
ke dua yaitu sebagai jaminan bahwa kompetisi berjalan dengan baik dari sudut moral

keuntungan sebagai tujuan perusahaan
keuntungan termasuk definisi bisnis , bisnis sering dilukiskan sebagai “to provide product or service for a profit” menyediakan suatu barang atau jasa secara percuma bukanlah bisnis itu sebabnya bisnis selalu berbeda dengan karya amal menawarkan sesuatu secara percuma masih bisa dikatakan bisnis apabila dalam masa promosi .tidak bisa dikatakan juga bahwa setiap kegiatan ekonomis menghasilkan keuntungan . keuntungan baru muncul dalam kegiatan ekonomi yg memakai sistem keuangan .
• maksimalisasi keuntungan sebagai cita cita liberalisme
profit maximization atau maksimalisasi keuntungan merupakan tema penting dalam ilmu manajemen ekonomi .metode kuantitatif yang dipakai manajemen ekonomi mengandaikan keuntungan sebagai tujuan perusahaan .
kalau maksimalisasi keuntungan merupakan satu satunya tujuan perusahaan dengan sendirinya akan muncul keadaan tidak etis . sekurang kurangya karena alas an itu karyawan diperalat begitu saja ,
tentu saja para ekonom akan menjelaskan bahwa maksimalisasi keuntungan sebagai tujuan perusahaan tidak boleh dimengerti secara harfiah dan juga tidak ditafsirkan sebagai pernyataan moral .maksimalisasi keuntungan hanya sebagai sekedar model ekonomis yang bisa berhasil . salah besar apabila orang mengukurnya secara etika .penjelasan protes ini bisa dimaklumi

masalah pekerja anak
tidak bisa diragukan lagi pekerjaan yang dikukan oleh aanak merupakan topic dengan banyak implikasi etis. Tetapi masalah ini juga sangat komplik karena faktor faktor ekonomis disini dengn aneka macam cara bercampur baur dengan faktor faktor budaya dan social . untuk bisa membetuk penilaian etia atas masalah ini pertama tama harus jelas apa yg dimaksud denganya yang dimaksud disini adalah pekerjaan yg dilakukan oleh anak dibawah umur demi pembayaran uang demi mambantu keluarganya
seorang anak harus bisa bermain tidak pantas ia bekerja pekerjaan adalah wilayah orang dewasa . alas an lainya adalah mempekerjakan anak adalah cara berbisnis yang tidak fair sebab dengan cara itu pebisnis berusaha menekan biaya produksi

tidak bisa disangkal pertimbangan etis mau tidak mau membatasi peranan keuntungan dalam bisnis kalau perolehan untung dimutlakan dan segi moral dikesampingkan.manajemen modern sering disifatkan dengan modern by objektif. Manajemen yg ingin berhasil harus menentukan dengan jelas tujuan yang ingin dicapai dan dalam manajemen ekonomi salah satu unsur yg penting adalah cost benefit analisys . hasil yg dicapai harus melbihi biaya yang dikeluarkan

beberapa cara untuk melukiskan perlunya relativisme keuntungan adalah sebagai berikut
 keuntungan merupakan tolak ukur untuk menilai kesehatan perusahaann atau efisiensi manajemen dalam perusahaan
 keuntungan adalah pertanda yang menunjukan bahwa produk atau jassanya dihargai oleh masyarakat
 keuntugan adalah cambuk bagi meningkatkan usaha
 keuntungan merupakan syarat kelangsungan perusahaan
 keuntungan mengimbangi resiko dalam usaha

manfaat bagi stakeholders
suatu cara lain untuk mendekati tujuan perusahaan adalah melukiskan tujuan itu sebagai the stakeholders benefit .kadang stakeholders dibagi lagi atas iinternal dan eksternal . paham ini membka perspektif baru untuk mendekati masalah tujuan perusahaan kita bisa mengatakan bahwa tujuan perusahaan adalah manfaat semua stakeholders

 

  • Tiga aspek pokok dari bisnis

Bisnis modern merupakan realitas yang sangat kompleks.banyak factor turut mempengaruhi dan menentukan kegiatan bisnis , antara lain ada factor organisasi-manajerial,ilmiah technologis dan politik social cultural ,kompleksitas bisnis ini berkaitan langsung dengan kompleksitas masyarakat modern sekarang sebagai kegiatan social bisnis dengan banyak cara terjalin dengan kompleksitas masyarakat modern itu , semua factor yang membentuk kompleksitas bisnis sudah sering dipelajari dan di analisis melalui berbagai pendekatan ilmiah khususnya ilmu ekonomi dan ilmu teori manajemen ,bisnis  sebagai kegiatan social bisa di soroti sekurang kurangnya dari tiga sudut pandang yang berbeda tetapi tidak selalu mungkin dipisahkan ini : sudut pandang ekonomi , hokum dan etika .

  • Sudut pandang ekonomis

Bisnis adalah kegiatan ekonomis . yang terjadi dalam kegiatan ini adalah tukar menukar , jual beli, memasarkan, bekerja- mempekerjakan , dan interaksi manusiawi lainya , dengan maksud memperoleh untung mungkin bisnis dapat dilukiskan sebagai kegiatan bisnis yang kurang lebih terstruktur dan terorganisasi untuk menghasilkan untung . Pencarian keuntungan dalam bisnis  tidak bersipat sepihak tetapi diadakan dalam interaksi . bisnis berlangsung sebagai komunikasi social yang menguntungkan untuk kedua belah pihak yang terlibat .

Teori  ekonomi menjelaskan   bagaiman dalam system ekonomi pasar bebas para pengusaha dalam memanfaatkan sumber daya yang langka menghasilkan barang dan jasa yang berguna untuk masyarakat . para produsen akan berusaha untuk meningkatkan penjualan demikian rupa sehingga bisa mencapai laba sesuai dengan pandangan ekonomis, good bussines {bisnis yang baik )adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan

  • Sudut pandang moral

Dengan tetap mengakui peranan sentral dari sudut pandang ekonomis dalam bisnis perlu segera ditambahkan adanya sudut pandang lain lagi yang tidak boleh diabaikan yaitu sudut pandang moral Mengajar keutungan merupakan hal  yang  wajar asalkan tidak merugikan orang lain . jadi ada batasan juga dalam mewujudkan tujuan tersebut disamping aspek ekonomis juga  aspek moral. Perikau etis disini juga penting untuk kelangsungan hidup bisnis itut sendiri dan demi ketahanan posisis financial  bisnis yang baik bukan hanya bisnis yang menguntungkan bisnis yang baik adalah bisnis yang juga baik secara moral .

  • Sudut pandang hukum

Tidak dipungkiri lagi bisnis terikat juga oleh hukum  “hukum dagang” atau “hokum bisnis” merupakan cabang ilmu dari hokum. Dan dalam kontek hokum banyak msalah yang timbul karena bisnis baik taraf nasional maupun internasional  seperti etika pula hokum merupakan sudut pandang normative karena menetapkan apa yang harus dilakukan dan tidak dari segi norma hukum bahkan lebih jelas dan pasti daripada etika karena hokum dituliskan diatas hitam dan putih

Terdapat kaitan erat antara hokum dan etika dalam kekaisaran roma dikenal pepatah quid leges sine moribus (apa artinya undang undang kalau tidak disertai moralitas)  etika  harus menjiwai hokum baik dalam proses terbentuknya maupun pelaksanaan hukum  walaupun ada kaitan erat antara hokum dan etika namun norma itu tidak sama disamping sudut pandang hukum kita tetap membutuhkan sudut moral  untuk itu dapat dikemukakan beberapa alas an antara lain :

  1. Banyak hal bersipat tidak etis sedangkan menurut hukum tidak dilarang
  2. Proses terbentuknya undang undang atau peraturan peraturan lainya memakan waktu lama
  3. Hukum itu sendiri dapat disalahgunakan

Untuk bisnis sudut pandang hokum mungkin penting bisnis harus menaati hokum dan peraturan yang berleku tapi sudut pandang hokum saja tidak cukup perlu diakui lagi adanya sudut pandang lain yaitu sudut pandang moral

Tolak ukur tiga sudut pandangan ini

Bagaimana kita tahu bahwa bisnis itu baik menurut tiga pandangan diatas ? untuk sudut pandang ekonomis  tidak sulit untuk dijawab karena bisnis yang baik itu adalah yang menghasilkan laba

Untuk sudut hukum pun tolak ukurnya jelas bisnis yang baik adalah bisnis yang sesuai dengan hukum , dan lebih sulit menentukan tolak ukur untuk sudut pandang etika setidaknya ada 3 tolak ukr yang dapat digunakan yaitu tolak ukkur hati nurani, kaidah emas , penilaian masyarakat umum

  • Hati nurani

Suatu perbuatan adalah baik jika dilakukan sesuai hati nurani dan suatu perbuatan lain adalah buruk jika bertentangan dengan hati nurani . hati nurani merupakan norma moral yang penting tetapi sifatnya subjektif karena hati nurani bersifat subjektif hati nurani ini sulit untuk dipakai dalam porum umum dan harus dilengkapi dengan norma lain

  • Kaidah emas

Cara lebih baik untuk menilai baik buruknya moral adalah mengukurngya dengan kaidah emas  yang berbunyi “hendaklah mempekerjakan orang lain sebagaimana anda sendiri ingin diperlakukan “ perilaku saya dapat dianggap baik apabila saya memperlakukan orang lain sebagaimana saya ingin diperlakukan

  • Penilaian umum

Cara ketiga dan barangkali paling ampuh untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku adalah menyerahkan nya kepada masyarakat umum untuk dinilai cara ini disebut juga audit social

Dapat disimpulkan supaya dapat disebut good bussines tingkah laku bisnis harus memenuhi syarat syarat dari semua sudut pandang tadi memang benar  bisnis yang tidak baik secara  ekonomis tidak pantas disebut good bussines  terrdapat keraguan untuk sudut pandang etika dan hukum  dalam hal ini hukum lebih mudah dietrima dalam hal teoritis tapi dalam kenyataan banyak dilanggar

  • Apa itu etika bisnis

Kata etika dan etis tidak slalu dipakai dalam arti sama dank arena itu pula etika bisnis bisa berbeda artinya . etika sebagai praktis berarti nilai – nilai atau norma – norma  moral sejauh dipraktekan atau justru tidak dapat dikatakan juga etika adalah apa yang dilakukan sejauh sesuai dengan nilai dan norma moral

Etika sebagai refleksi adalah pemikiran moral.dalam etika sebagai refreksi kita berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan dan tidak . etika berbicara tentang etika sebagai praksis atau mengambil praksis etis sebagai objeknya , etika menyoroti baik buruknya perilaku orang

Etika adalah cabang filsafat yang mempelajari baik buruknya perilaku manusia . karena itu etika sering juga disebut “filsapat praktis”  cabang cabang filsapat lain tampaknya membicarakan hal hal yang jauh dari kehidupan kongkret ,namun demikian pada kenyataanya etika pilosopis tidak jarang dijalankan pada taraf yang abstrak tanpa hubungan langsung dengan realitas sehari hari

Seperti etika terapan pada umumnya etika bisnis pun dapat dijalankan pada tiga taraf : taraf  makro. meso. Dan  mikro tiga taraf ini berkaitan dengan tiga kemungkinan berbeda untuk menjalankan kegiatan ekonomi dan bisnis

Pada taraf meso (madya atau menengah ) : etika bisnis menyelidiki masalah masalh etis dibidang organisasi . pada taraf mikro ytang difokuskan ialah individu dalam hubunganya dengan ekonomi dan bisnis .

Profil etika bisnis

Kini etika bisnis mempunyai status ilmiah yang serius ia semakin diterima diantara ilmu ilmu yang sudah mapan  seperti profil etika bisnis tyang tampak sekarang ini

  • Praktis disemua kawasan etika bisnis diberikan sebagai mata kuliah diperguruan tinggi
  • Banyak sekali publikasi diberiakan untuk etika bisnis
  • Sekurang kurangya sudah ada tiga seri buku tentang etika bisnis
  • Sudah cukup banyak jurnal ilmiah tentang etika bisnis
  • Dalam bahasa jerman sudah tersedia kamus tentang etika bisnis
  • Sekarang sudah banyak institute khusus etika bisnis
  • Sudah banyak didirika asosiasi atau himpunan

Factor sejarah dalam etka bisnis

  • Kebudayaan yunani kuno

Masyarakat yunani kuno pada umumnya berprasangka terhadap kegiatan dagang dan   kekayaan , warga Negara bebas harusnya mencurahkan perhatian dan waktunya untuk kesenian dan ilmu pengetahuan disampin tentu member sumbangsih terhadap negara dan kalau keadaan mendesak turut membela Negara . perdagangan sebaiknya diserahkan kepada orang asing atau pendatang Penolakan  terhadap pnadngan diatas dilakukan oleh aristoteles ( dalam karyanya politica )  ia menilai tidak etis setiap kegiatan menambah kekayaan  ia membedakan antara oikonomike tekhne dan khremastike tekhne

  • Agama Kristen

Dalam kitab suci agama Kristen terdapat cukup banyak teks yang bersifat kritis terhadap kekayaan dan uang . dalam perjanjian lama atau baru dalam alkitab banyak diminta agar orang kaya membuka hatinya untuk orang miskin untuk janda dan yatim piatu untuk mereka yang sial dalam menjalani kehidupan di dunia ini

  • Agama islam

Jika kita memandang sejarah dalam agama islam tampak pandangan lebih positif terhadap perdagangan dan kegiatan ekonomis karena nabi muhammad saw pun seorang pedagan dan islam mulai di sebarluaskan melalui kegiatan perdagangan . dalam al uran terdapat peringatan terhadap penyalah gunaan kekayaan akan tetapi tidak dilarang mencari kekayaan dengan cara halal

  • Kebudayaan jawa

Dalam kebudayaan jawa terdapat struktur social yang membagi masytarakat ke dalam empat  golongan yaitu :golongan priyayi, pedagang pribumu, pedagang tionghoa , orang kecil Golongan  priyayi membentuk elite politik dan cultural yang menjahkan diri dari perdagangan . golongan kedua adaalah pedagang pribumi yang menjamin perputaran roda ekonomi bersama pedagang tionghoa

 

penelitian kuantitatif

Secara umum, ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu, sampel acak atau random sampling / probability sampling, dan sampel tidak acak atau nonrandom samping/nonprobability sampling. Yang dimaksud dengan random sampling adalah cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Artinya jika elemen populasinya ada 100 dan yang akan dijadikan sampel adalah 25, maka setiap elemen tersebut mempunyai kemungkinan 25/100 untuk bisa dipilih menjadi sampel. Sedangkan yang dimaksud dengan nonrandom sampling atau nonprobability sampling, setiap elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel. Lima elemen populasi dipilih sebagai sampel karena letaknya dekat dengan rumah peneliti, sedangkan yang lainnya, karena jauh, tidak dipilih; artinya kemungkinannya 0 (nol).
Skala Pengukuran
Skala nominal adalah skala mengelompokkan obyek atau peristiwa dalam berbentuk kategori. Skala nominal diperoleh dari pengukuran nominal yaitu suatu proses mengklasifikasian obyek-obyek yang berbeda kedalam kategori-kategori berdasarkan beberapa karakteristik tertentu.
Karakteristik data nominal adalah
1. Kategori data bersifat mutually eksklusif (setiap obyek hanya memiliki satu kategori)
2. Kategori data tidak disusun secara logis
Skala ordinal adalah jenis skala yang menunjukkan tingkat. Skala ini biasanya dipergunakan dalam menentukan ranking seseorang dibandingkan dengan yang lain. misalnya ranking siswa dikelas dibuat dari nilai tertinggi sampai nilai terendah. Ranking pertama dan kedua tidak memiliki jarak rentangan yang sama dengan rankin kedua dan ketiga. Contoh lain skala ordinal adalah nilai mahasiswa dalam bentuk huruf, A, B, C, D dan E. skala ordinal memiliki karakteristik:
1. Kategori data bersifat mutually eksklusif (setiap obyek hanya memiliki satu kategori)
2. Kategori data tidak disusun secara logis
3. Kategori data disusun berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki
Skala interval adalah skala yang yang memiliki jarak yang sama antar datanya akan tetapi tidak memiliki nol mutlak. Nol mutlak artinya tidak dianggap ada. Salah satu cirri matematis yang dimiliki skala interval adalah penjumlahan. Dengan demikian, kita dapat membuat operasi penambahan atau pengurangan. Misalnya, jarak pada temperature tertentu. Jarak antara 250F dengan 500F sama dengan jarak 750F dengan 1000F. akan tetapi, skala suhu ini tidak memiliki titik nol mutlak sehingga kita tidak bisa melakukan operasi perkalian dan pembagian. Untuk itu maka ada satu lagi skala yaitu skala rasio.
Skala rasio adalah skala pengukuran yang memiliki nol mutlak sehingga dapat dilakukan operasi perkalian dan pembagian. Misalnya berat badan, tinggi badan, pendapatan dan lain sebagainya.
Bentuk-bentuk hipotesis :
Ho:Tidak terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai PT. X
Ha:Terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai PT. X
Hipotesis Kerja :
Terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai PT. X
Terdapat pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai PT. X
Terdapat pengaruh motivasi dan kompensasi secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai PT. X
Berdasarkan tujuan atau tahap analisis, statistika dibedakan menjadi
Statistika Deskriptif
Statistika deskriptif adalah statistika yang dalam analisisnya bertujuan untuk memperoleh gambaran (deskripsi) tentang data yang dianalisis. Jika data yang dianalisis merupakan sampel dari suatu populasi, maka statistika deskriptif akan menghasilkan ukuran-ukuran sample (statistik), sedangkan jika data yang dianalisis berasal dari populasi, maka statistika deskriptif akan menghasilkan ukuran populasi (parameter).
Statistika Inferensia
Statistika inferensia adalah statistika yang berkenaan dengan cara penarikan kesimpulan
berdasarkan data yang diperoleh dari sampel untuk menggambarkan karakteristik atau ciri populasi. Dari gambaran diatas, dalam statistika inferensia dilakukan suatu generalisasi atau memperumum dari hal-hal yang bersifat khusus, sehingga terkadang statistika inferensia sering juga disebut dengan statistika induktif atau statistika penarikan kesimpulan. Pada statistika inferensia, biasanya dilakukan pengujian hipotesis dan pendugaan karakteristik populasi, seperti misalnya nilai rata-rata dan standar deviasi.

KARAKTERISTIK PASAR KONSUMEN

1. Pasar Konsumen

Faktor-­Faktor Budaya

Merupakan faktor yang memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada tingkah laku konsumen.

a. Budaya

Kumpulan nilai-­nilai dasar, persepsi, keinginan dan tingkah laku yang dipelajari oleh   seseorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.
b. Sub Budaya

Sekelompok orang yang mempunyai sistem nilai sama berdasarkan pada pe­ngalaman hidup dan situasi.

c. Kelas Sosial

Divisi masyarakat yang relatif permanen dan teratur dengan para anggotanya menganut nilai-­nilai, minat dan tingkah laku yang serupa.

 

Faktor-­Faktor Sosial

a. Kelompok Acuan

Dua orang/lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersa­ma,  kelompok ini berfungsi sebagai titik perbandingan atau acuan langsung atau tidak langsung yang membentuk sikap/perilaku seseorang Pemuka Pendapat: Orang dalam kelompok acuan yang, karena keteram­pilan, kepribadian, atau karakteristik lain yang spesial memberi pengaruh kepada orang lain.

b. Keluarga

Organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan te­lah diteliti secara mendalam

c. Peran dan Status

Faktor-­Faktor Pribadi

a. Umur dan Tahap daur Hidup

b. Pekerjaan

c. Situasi Ekonomi

d. Gaya Hidup: Pola kehidupan seseorang yang diwujudkan dalam aktivitas, interest              dan opininya. Gaya hidup akan mencakup sesuatu yang lebih dari seke­dar kelas    sosial atau keperibadian seseorang dan gaya hidup akan menampilkan pola beraksi            dan berinteraksi seseorang secara keseluruhan di dunia.

e. Kepribadian dan Konsep diri

Kepribadian: karakteristik psikologi unik dari seseorang yang menyebabkan respons           yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan dirinya sendiri.

Konsep diri: disebut juga dengan citra diri, dasar yang digunakan adalah bahwa apa          yang dimiliki seseorang memberi kontribusi pada dan mencerminkan iden­ titas     mereka, artinya: “kami adalah apa yang menjadi milik kami”.

 

Faktor­Faktor Psikologi

a. Motivasi

Motivasi adalah suatu kebutuhan yang cukup untuk mendorong seseorang untuk    bertindak
b. Persepsi

Proses yang dilalui orang dalam memilih, mengorganisasikan dan mengintepre­tasikan        informasi guna membentuk gambaran yang berarti mengenal dunia

c. Pengetahuan

Perubahan dalam perilaku individual yang muncul dari pengalaman

d. Keyakinan dan sikap

Keyakinan: pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang mengenai sesuatu sikap:   evaluasi, perasaan dan kecenderungan dari seseorang terhadap suatu ob­yek atau ide           yang relatif konsisten

 

KARAKTERISTIK PASAR INDUSTRI

 

1. Struktur dan Permintaan Pasar.

a. Pasar Industri memiliki lebih sedikit pembeli tetapi lebih besar nilainya.

b. Pelanggan pasar industri lebih terkonsentrasi secara geografis.

c. Permintaan pembeli industri merupakan turunan dari permintaan konsumen akhir.

d. Permintaan di pasar industri lebih inelastic – kurang terpengaruh oleh perubahan harga   jangka pendek.

e. Permintaan di pasa r industri lebih berfluktuatif dan lebih cepat.
2. Sifat unit pembelian.

a. Pembelian di pasar industri melibatkan lebih banyak pembeli.

b. Pembelian dipasar industri melibatkan usaha pembelian yang lebih professional.

3. Berbagai tipe Keputusan dan Proses Pengambilan Keputusan.

a. Pembeli di pasar industri biasanya menghadapi pengambilan keputusan yang kompleks.

b. Proses pembelian industri lebih formal.

c. Dalam pembelian di pasar industri, penjual dan pembeli bekerja lebih erat dan membangun  hubungan jangka panjang.

 

KARAKTERISTIK PASAR INSTITUSI DAN PEMERINTAH

 

a. Terdiri dari sekolah, rumah sakit, rumah jompo, dan institusi lain yang menyediakan barang dan jasa bagi orang-orang yang mereka pelihara.

b. Setiap institusi mempunyai sponsor dan tujuan yang berbeda.

c. Pasar institusi memiliki cirri anggaran yang rendah dan pelanggan yang sudah pasti.

d. Banyar pemasar mendirikan divisi terpisah untuk melayani cirri dan kebutuhan khususpembeli institusi.

e. Unit pemerintah — pemerintah federal, negara bagian, dan local – yang membeli atau menyewa barang dan jasa guna menunaikan fungsi utama pemerintah.

f. Biasanya meminta pemasok mengajukan penawaran dan biasanya mereka memberikan kontrak kepada pemasok yang menawarkan harga terrendah.

g. Umumnya lebih menyukai pemasok domestik daripada pemasok asing.

h. Sebagian besar pemerintah akan memberikan pemasok panduan yang lengkap yang menerangkan cara menjual kepada pemerintah.

i. Kriteria non-ekonomi juga memainkan peranan dalam pembelian pemerintah.

 

 KARAKTERISTIK PASAR GLOBAL

     perusahaan yang menjual barang di pasar global menghadapi keputusan dan tantangan tambahan. Perusahaan tersebut harus memustuskan Negara mana yang harus dimasuki, bagaimana cara memasuki masing – masing Negara sebagai expotir , pemberi lisensi , mitra usaha patungan , pabrik berdasarkan kontrak kerja , atau pabrik yang di kelola sendiri , bagaimana cara mengadaptasi fitur produk dan jasa mereka kemasing – masing Negara , bagaimana menetapkan harga produk di Negara yang berlainan dalam suatu cakupan harga yang cukup sempit untuk menghindari terciptanya pasar gelap bagi barang mereka dan bagaimana mengadaptasi komunikasi perusahaan agar sesuai dengan praktek – praktek budaya.

prilaku individual

Dasar dasar prilaku individual

Intelegensi adalah salah satu karakterristik yang dibawa orang ketika mereka bergabung dengan suatu organissasi

Karakteristik biografis

Karakteristik yang jelas berupa usia ,jenis kelamin ,status kawin , banyaknya tanggungan ,dan masa kerja dalam organisasi

Usia

Kemungkinan besar hubungan antara usia dan kinerja merupakan isu yang makin selama dasawarsa yang akan datang , mengapa? Sekurang kurangnya karena tiga alasan

1)      Ada keyakinan yang meluas bahwa kinetrja merosot dengan meningkatnya usia

2)      Realita bahwa angkatan kerja menua

3)      Perundang undanga amerika baru baru ini menyatakan bahwa untuk segala maksuk dan tujuan , menyatakan pensiunan yang bersifat perintah sebagai melanggar hokum. Kebanyakan pekerja dewasa ini tidak lagi harus pension pada usia 70 tahun

Bagaimana usia mempengaruhi produktifitas ? ada suatu keyakinan yang meluas bahwa produktifitas merosot dengan makin tuanya seseorang . sering diandaikan ketrampilan seseorang individu terutama kecepatan , kecekatran , kekuatan dan koordinasi mengikis atau menurun dengan berjalanya waktu dan bahwa kebosanan pekerjaan yang berlarut larut dan kurangya ransangan intelektual semuanya menyumbang pada berkurangnya produktifitas

Ini tampaknya benar untuk hamper semua jenis pekerjaan , professional dan tidak professional kesim,pulan yang wajar adalah tuntutan dari kebanyakana tuntutan pekerjaan bahkan untuk pekerjaan dengan persaratan tangan yang berat , tiudaklah cukup eklstrem untuk kemerostan keteram[pilan fisik apaun yang disebabkan oleh usia berdampak kepada produktivitas atau jika ada suatu kemerosotan karena suatu usia sering diimbangi oleh bertambahnya pengalaman

Jenis kelamin

Ada bukti bahwa tempat terbaik untuk memulai adalah dengan pengakuan bahwa terdapat beberapa, jika ada , perbedaan penting antara pria dan wanitayang mempengaruhi kinerja mereka misalnya tidak ada tidak ada perbedaan yang konsisten  antara pria dan  wanita  dalam kemempuan memecahkan masalah , kemampuan analisis dorongan kompetitif, motivasi, sosialbilitas  dan kemampuan belajar

Satu masalah yang tampaknya membedakan antar jenis kelamin khususnya saat karyawan anak anak pra sekolah adalah pilihan atas jadwal kerja

Status perkawinan

Perkawinan memaksakan peningkatan tangggung jawab yang dapat membuat suatu pekerjaan yang tetap ( steady ) menjadi lebih beharga dan penting tetapi pertanyaan mengenai alasannya tidaklah jelas sangat mungkin bahwa karyawan yang tekun dan puas lebih besar kemungkinanya terdapat pada karyawan yang menikah

Masa kerja

Jika kita mendefinisikan senioritas sebagai masa seseorang menjalankan pekerjaan tertentu kita dapat mengatakan bahwa bukti paling baru menunjukan suatu hubungan positif antara senioritas dan produktivitas pekerjaan kalau begitu masa kerja yang diekpresikan sebagai pengalaman kerja tampaknya menjadi peramal yangf baik terhadap produktivitas karyawan

Masa kerja yang merupakan variable yang penting dalam menjelaskan keluar masuknya karyawan

Kemampuan

Berlawanan dengan yang apa diajarkan kepada kita di sekolah dasar kita semua tidak diciptakan secara sama kebanyakan dari kita berada di sebelah kiri median (titik tengah ) dari suatu kurva kemempuan yang terdistribusi normal , Tentu saja tepat karena kita semua tidak sama dalam hal kemampuan tidaklah tersirat bahwa beberapa individu secara inheren (tertanam) lebih asor (inferior) daripada yang lain , apakah arti kemampuan? Seperti istilah yang kami gunakan kemampuan (ability) merujuk kesuatu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan

Kemampuan intelektual

Kemampuan intelektual adalah kemampuan adalah kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan mental. Tujuh dimensi yang paling sering dikutip yang membentuk kemampuan intelektual adalah kemahiran berhitung, [pemahaman (comprehension) , verbal, kecepatan perseptual,penalaran induktif, penalaran deduktif, visualisasi ruang, dan ingatan

Kemampuan fisik

Sementara kemampuan intelektual memainkan peranmemainkan peran yang lebih besar dalam pekerjaan pekerjan rumit kemampuan fisik yang khusus memiliki makna penting untuk melakukan pekerjaan pekerjaan yangb kurang menuntut keterampilan

Kesesuaian pekerjaan dan kemampuan

Kemampuan intelektual atau fisik yang diperlukan untuk kinerja yang diperlukan untuk kinerja yang memadai pada suatu pekerjaan bergantung pada persratan kemampuan yang diminta dari pekerjaan itu

Pembelajaran

Suatu prilaku yang rumit dipelajari jika kita ingin menjelaskan dan meramalkan prilaku kita perlu memahami bagaiman orang belajar . tiga teory pembelajaran yang ppopuler dan menggambarkan bagaimana manager dapat membantu karyawan belajar

Suatu definisi tentang pembelaran

Belajar adalah apa yang kita lakukan ketika kita bersekolah dalam kenyataan masing masing dari kita tidak hentinya pergi kesekolah belajar terjadi setiap waktu suatu definisi yang dapat diterima baik baik secara umum dan belajar karenanya adalah setiap perubahan yang relative permanen dari perilaku yang terjadi sebagai hasil pengalaman

 

Teori pembelajaran

1)      Pengkodisian klasik

Pengkodisian klasik bersifat pasif, sesuatu terjadi dan kita bereaksi dengan cara yang khusus hal itu dihasikan sebagai respon terhadap peristiwa yang khusus dan dapat dikenali

2)      Pengkidisian operan

Pengkodisian operan beragumen bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari konsekuensi  konsikuensi

3)      Pembelajaran social

Individu individu juga dapat belajar dengan mengamati apa ytang terjadi pada orang lain dan hanya dengan diberitahu mengenai sesuatu maupun dengan mengalami secara langsung

Walaupun teori pembelajaran social merupakan suatu perpanjangan dari pengkondisian operan . telah ditemukan empat proses untuk menentukan pengaruh suatu model pada seorang individual seperti di bawah ini

1)      Proses perhatian (attention procceses) orang hanya belajar dari dari seorang model jika mereka mengenali dan menaruh perhatian pada perwajahanya yang menentukan

2)      Proses penahanan(retention process) pengaruh suatu model akan bergantung pada betapa baiknya individu mengingat tindakan mo0del itu setelah model itu tidak ada lagi

3)      Proses reproduksi motor(motor reproduction process) setelah seseorang melihat suatu prilaku dengan mengamati model iotu

4)      Proses penguatan (reinforcement process) individu individu akan dimotvasi untuk memperlihatkan perilaku bermodel jika ada rangsangan positive atau ganjaran

Metode metode pembentukan perilaku

Ada empat cara untum membentuk perilaku yaitu melalui

1)      Penguatan positif: bila suatu respon diikuti dengan sesuatu yang menyenangkan

2)      Penguatan negative: bila suatu respon diikuti dengan dihentikanya atau ditarik kembalinya suatu yang tidak menyenangkan

3)      Penghukuman : suatu keadaan yang mengakibatkan suatu kondisi yang tidak enak dalam suatu usaha untuk menyingkirkan suatu perilaku yang tidak diinginkan

4)      Pemusnahan: menyingkikan penguatan apa saja yang mempertahankan suatu peristiwa

Baik  Penguatan positif atau Penguatan negative membrikan hasil dalam proses belajar . penguatan ini memperkuat suatu respond an meningkatkan probabilitas pengulangan

Jadwal penguatan

Dua tipe utama adalah berkesinambungan dan terputus putus . suatu jadwal berkesinambungan memperkuat perilaku yang diinginkan tiap kali hal itu di perlihatkan . suatu penguatan terputus putus merupakan tipe rasio atau tipe interval . jadwal rasio tergantung pada berapa banyak respon yang dibuat oleh subjek , individu itu diperkuat setelah memberikan sejumlah tertentu suatu perilaku . jadwal interval tergantung pada berapa lama waktu telah berselang sejak penguatan yang terakhir

 

 

 

Modifikasi perilaku

Emery air freight mengilustrasikan penggunaan dari modifikasi modifikasi perilaku atau lebih popular dengan sebutan ob mod  program ob mod biasanya mengikuti model pemecahan masalah yang terdiri dari lima langkah

1)      Mengidentifikasi perilaku perilaku penting

2)      Mengembangkan data baseline

3)      Mengidentifikasi konsekuensi perilaku

4)      mengembangkan dan mengimplementasikan suatu strategi intervensi

5)      mengevaluasi perbaikan kinerja

 

bebrapa penerapan organisasi yang spesifik

menggunakan lotere untuk mengurangi kemangkiran

manajemen dapat merancang program program untuk mengurangi kemangkiran dengan memanfaatkan teory belajar

tunjangan sehat lawan tunjangan sakit

kebanyaka organisasi memberikan karyawan tetpap mereka cuti sakit dengan upah sebagai bagian dari program tunjangan karyawan tetapi ironisnya organisasi dengan program itu mengalami tingkat kemangkiran dua kali lebih besar disbanding organisasi tanpa program itu

disiplin karyawan

mendisiplinkan karyawan untuk perilaku yang tidak disukai hanya mengatakan kpada mereka yang tidak boleh dilakukan pendisplinan itu tidak mengatakan suatu alternatif yang lebih disukai akibatnya adalah bahwa  bentuk penhukuman ini hanya mengantar pada penekanan jangka pendek pada perilaku yang tidak diinginkan bukanya penghapusan

mengembangkan program pelatihan

teory pembelajaran social menawarkan panduan semacam itu teory ini mengatakan bahwa pelatihan hendaknya menawarkan suatu model untuk merebut perhatian yang dilatih memberikan sifat sifat motivasiona membantu yang dilatih agar membekas apa yang telah dipelajari untuk digunakan kelak memberikan kesempatan untuk mempraktikan perilaku baru menawarkan ganjaran posive untukm prestasi .

menciptakan program mentor

suatu program mentor yang berhasil akan disusun diatas konsep pemodelan dari dalam teory pembelajaran social yaitu dampak seorang mentor muncul dari dalam lebih dari apa yang ia katakana secara eksplisit kepada anak didiknya . mentor adal model peran . anak didik nbelajar menghantarka sikap dan perilaku yang diinginkan oprganisasi itu dengan berusaha menyamai atau melebihi cirri dan tindakan dari mentor mereka .

 

 

 

swa manajemen

swa manajemen menuntut seorang individu untuk dengan sengaja memanipulasi ransangan ransangan prose proses internal dan respon respon untuk mencapai hasil perilaku pribadi . proses dasarnya  melibatkan pengamatan akan perilaku sendiri membandingkan perilaku itu dengan standard an member ganjaran jika perilaku itu memenuhi standar

 

 

 

 

 

 

Dilihat dari sisi filsafat ilmu ada perbedaan mendasar antara pendekatan positivistic dan rasionalistik  di stu pihak dengan pendekatan phenomenologik di lain pihak .pendekatan 2 yang pertama hanya mengakui kebenaran empiric sensual dan empiric logic adapun 2 pendekatan yang kedua mengakui adanya adanya kebenaran empiric etik yang memerlukan akal budi untuk melacak dan menjelaskan serta beragumentasi .. nilai moral yang digunakan pada dua yang pertama terbatas pada nilai moral tunggal yaitu truth of false , nilai moral yang digunakan pada dua yang kedua yaitu nilai moral ganda hirarki

Asumsi dasar dari pendekatan phenomologik adalah bahwa manusia dalam berilmu pengetahuan tak lepas dari pandangan  moralnya baik  pada taraf mengamati , menghimpun data , menganalisis maupun dalam membuat kesimpulan . tak dapat lepas bukan berarti keterpaksaan melainkan momot etik

Pendakatan phenomonologik bukan hendak berpikir spekulatif melainkan hendak mendudukan tinggi pada kemampuan manusia untuk berpikir reflektif dan lebih jauh menggunakan logika itu disamping logika induktif dan deduktif .serta logika materil dan logika probabilistic . pendekatan ini bukan hendak menampilkan teory dan konseptualisasi yang sekedar berisi anjuran dan imperative melainkan mengangkat makna etika dalam berteory dan berkonsep

1)      Model interpreting geertz

Geertz  menolak etniscientific model dari levi’s strauus . levi’s bukan menampilkan gambar kehidupan melainkan mengubah yang hidup menjadi suatu system formal budaya . menurut geertz tak ada social facts yang menunggu observasi kita yang ada adalah kesiapan peneliti untuk memberi makna atas observasinya .

2)      Model grounded research

1)      Upaya mencari sosok kualitatif

Model model kualitatif dapat dikelompokan menjadi enam model yaitu

  • Model interaktik geerta
  • Grounded research  dari glasser dan strauus
  • Model ethnometodologi dari bogdant
  • Model paradigm naturalistic  dari gubba dan Lincoln
  • Model interaksi simbolik dari blummer
  • konstruktivis goodman

2)      grounded theory

menemukan teory berdasar data em[piri bukan membangun theory secara deduktif logis itulah grounded theory

3)      model verivikasi positivist minimkan munculnya theory baru

pendekatan rasionalisme mengkritik pendekatan positivism karena tiadanya paying ground theory yang mengakibatkan pemiskinan theory

4)      analisis komparatif

lewat komparasi kita dapat membuat generalisasi . fungsi generalisasi adalah untuk membantu memperluas terapan teorynya , memperluas daya prediksinya

5)      menemukan theory

glasser dan strauus mempertengahkan dua theory  yaitu theory substansi dan theory formal . theory substansi ditemukan dan dibentukl untuk daerah subtansi tertentu sedang theory formal ditemukan dan dibentuk untuk kawasan category konseptual teoritik

6)      sampling teoritis

untuk menemukan teori para peneliti perlu memiliki sensitivitas teoritis artinya begitu menjumpai sejumlah data mampu segera menyususn konsep local , menemukan ciri ciri pokok dari sasaaran penelitianya

7)      dari teori substansif ke teori formal

teori substansif memiliki jangkauan generalisasi pada suatu daerah substansif penelitian sedang teori formal memiliki jangkauan generalisaasi pada teori tertentu

8)      peran pemikiran berkelanjutan dan peran pengalaman orang lain

peran pengalaman orang lain atau diri sendiri dimasa lampau dapat saja direflesikan sebagai pengganti observasi sendiri sebagai peneliti dengan modal pengetahuan dasar metodologi time sampling dan behavior sampling

3)      model etnografik – etnometodologi

1)      Etnographi dan Ethnometodologi

Ethnographi merupakan salah satu model penelitian yang lebih banyak terkait dengan anthropologi yang mempelajari peristiwa cultural yang menyajikan pandangan hidup subyek yang menjadi objek study

Etnometodologi merupakan metodologi penelitian yang mempelajari bagaimana perilaku social dapat dideskripsikan sebagaimana adanya , ethnometodologi berup[aya untuk memahami bagaimana mayarakat memandang ,menjelaskan,dan menggambarkan tatahidup mereka sendiri

2)      Modus asumsi dan sampel penelitian ethnographic konseptual metodologi model penelitian ethnographic dapat dikategorikan menjadi empat dimensi yaitu induktif deduksi,generalisasi-verivikatif, konstruktif enumerative dan subjektifv obyektif ‘

Study ethnographic menetapkan sampel atas prinsip pregmatik atau teoritik bukan atas prinsip acak probabilitas , tujuan pengamhbilan sampel tersebut dimaksudkan agar hasil penelitian memiliki komparabilitras dan transabilitas pada kasus kasus hasil penelitianya

 

3)      Konseptualitas teori lebih implicit

Pada umumnya jarang yang menuntut ekspitisasi teori karena memang tak sesuai dengan watak dasar penelitian ethnografik yang mengandalkan sifat untuk membawa prakonsepsi lain daripada yang diperoleh didalam kontek objek penelitian yang sedang akan ditelitinya

4)      Dasar penelitian ethnographic

Empat dasar memilih objek study

  • Jadilah praktisi
  • Pilihlah tempat dimana anda agak asing
  • Jangan terlalu berpegang kaku pada rencana
  • Sejumlah topic sulit untuk dijadiakn objek penelitian

 

penelitian ethnographic mengenal dua macam desain

  • Study kasus : merupakan pengujian yang mendalam dan merinci dari satu konteks ,dari satu objek , dari satu kumpulan dokumen atau dari satu kejadian khusus
  • Desain multiple site studies : logika yang digunakan untuk desain ini berbeda dari multiple case tudies orientasinya lebih diarahkan pada pengembangan teori dan biasanya memerlukan banyak lokasi dan subjek daripada hanya dua atau tiga

5)       Data kualitatif

Dalam penelitian dengan pendekatan manapun dibedakan antara empiri dengan data , empiri yang relevan dengan objek penelitian dan dikumpulkan oleh peneliti disebut data

6)      Hubungan penliti

Dalam penelitian dalam metode ini menuntut terciptanya hubungan yang lebih akrab , lebih wajar , dan tumbuh kepercayaan bahwa peneliti tidak akan menggunakan hasil penelitianya untu sesuatu yang merugikan mereka

 

7)      Analisis data

Analisis data merupakan upaya mencari dan menata saecara sistematis catatan hasil observasi wawancara dan lainya untuk meningkatan pemahaman peneliti akan kasus yang sedang diteliti dan menyajikanya

D.Model paradigma naturalistic

  1. Model yang menemukan karakteristik kualitatif penuh

model penelitian ethnographic dapat dikategorikan menjadi empat dimensi yaitu model interpreatif geertz, model grounded teori , model ethnographil – ethnometodologi , model paadigma naturalistic

 

 

  1. Egon g. guba

 

 

  1. Penlitian naturalistic

Guba (1985: 39 – 44) mengetengahkan empat belas karakteristik penelitian naturalistik, yaitu :
a. Konteks natural (alami), yaitu suatu konteks keutuhan (entity) yang tak akan dipahami dengan membuat isolasi atau eliminasi sehingga terlepas dari konteksnya.
b. Manusia sebagai instrumen. Hal ini dilakukan karena hanya manusia yang mampu menyesuaikan diri dengan berbagai ragam realitas dan menangkap makna, sedangkan instrumen lain seperti tes dan angket tidak akan mampu melakukannya.
c. Pemanfaatan pengetahuan tak terkatakan. Sifat naturalistik memungkinkan mengungkap hal-hal yang tak terkatakan yang dapat memperkaya hal-hal yang diekspresikan oleh responden.
d. Metoda kualitatif. Sifat naturalistik lebih memilih metode kualitatif dari pada kuantitatif karena lebih mampu mengungkap realistas ganda, lebih sensitif dan adaptif terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.
e. Pengambilan sample secara purposive.
f. Analisis data secara induktif, karena dengan cara tersebut konteksnya akan lebih mudah dideskripsikan. Yang dimaksud dengan analisis data induktif menurut paradigma kualitatif adalah analisis data spesifik dari lapangan menjadi unit-unit dan dilanjutkan dengan kategorisasi.
g. Grounded theory. Sifat naturalistik lebih mengarahkan penyusunan teori diangkat dari empiri, bukan dibangun secara apriori. Generalisasi apriorik nampak bagus sebagai ilmu nomothetik, tetapi lemah untuk dapat sesuai dengan konteks idiographik.
h. Desain bersifat sementara. Penelitian kualitatif naturalistik menyusun desain secara terus menerus disesuaikan dengan realita di lapangan tidak menggunakan desain yang telah disusun secara ketat. Hal ini terjadi karena realita di lapangan tidak dapat diramalkan sepenuhnya.
i. Hasil dirundingkan dan disepakati bersama antara peneliti dengan responden. Hal ini dilakukan untuk menghindari salah tafsir atas data yang diperoleh karena responden lebih memahami konteksnya daripada peneliti.
j. Lebih menyukai modus laporan studi kasus, karena dengan demikian deskripsi realitas ganda yang tampil dari interaksi peneliti dengan responden dapat terhindar dari bias. Laporan semacam itu dapat menjadi landasan transferabilitas pada kasus lain.
k. Penafsiran bersifat idiographik (dalam arti keberlakuan khusus), bukan ke nomothetik (dalam arti mencari hukum keberlakuan umum), karena penafsiran yang berbeda nampaknya lebih memberi makna untuk realitas yang berbeda konteksnya.
l  Aplikasi tentatif, karena realitas itu ganda dan berbeda.
m. Ikatan konteks terfokus. Dengan pengambilan fokus, ikatan keseluruhan tidak dihilangkan, tetap terjaga keberadaannya dalam konteks, tidak dilepaskan dari nilai lokalnya.
n. Kriteria keterpercayaan. Dalam penelitian kuantitatif keterpercayaan ditandai dengan adanya validitas dan reliabilitas, sedangkan dalam kualitatif naturalistik oleh Guba diganti dengan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas.

  1. Paradigm Schwartz dan ogivly

Paradigma disiplin ilmu

  • Gerakan dari realitas sederhana ke realitas kompleks
  • Gerakan dari konsep tata hirarki ke heterarkhi
  • Gerakan dari citra mekanik k eke citra holographic
  • Gerakan dari determinasi ke interdeterminasi
  • Gerakan dari perakitan ke mhorphogenesis ‘gerakan dari tinjauan objektif ke perspektif

 

  1. Aksioma dalam paradigm naturalistic

Penelitian kualitatif naturalistik memiliki aksioma yang berbeda dari jenis penelitian yang berparadigma positivistik. Aksioma yang berlaku dalam penelitian kualitatif naturalistik adalah sebagai berikut.
1. Aksioma tentang Realitas atau kenyataan
a. Realitas atau kenyataan itu kompleks. Sistem dan organisme tidak dapat dipisah-pisahkan. Keber¬ada¬an-nya bergantung pada interaksi timbal-baliknya; Makna tidak atomistik melainkan kontekstual.
b. Ada tata dalam realitas. Semua yang nampak tertata itu ditentukan oleh alam pikir kita. Itu merupakan fung¬si tata pikir kita; Orientasi perilaku manusia itu pluralistik, baik orientasi pada nilai, pada politik dan lain-lain.
c. Realitas atau kenyataan itu tampil dalam berbagai per-spektif. Pespektif yang dipakai seseorang mempe¬nga-ruhi apa yang nampak sebagai realitas; Apa yang kita yakini mempengaruhi penampakan realitas; Reali¬tas ada sebagaimana dikenal manusia, dan bukan ada sebagaimana adanya.
d. Ada keterhubungan timbal-balik antara berbagai se-suatu. Segala sesuatu saling berhubungan. Ada jaring-an keterhubungan alam semesta. Ada keterkaitan timbal-balik antara yang mengenal dengan yang di-kenalnya.
2. Aksioma tentang interaksi antara yang mengenal dan yang di¬kenal
a. Hubungan itu indeterminatif. Ada keterlibatan timbal-balik antara yang mengenal dengan yang dikenalnya. Proses observasi mempengaruhi hasilnya.
b. Kausalitas itu timbal-balik.
c. Pengenalan kita itu sifatnya perspektif. Dari mana dan cara bagaimana akan mempengaruhi apa yang kita lihat; Pengetahuan dijaga (dari “bias”) bukan dengan mengabstraksikan dari semua perspektif, melainkan dengan membuat keseimbangan perspektif ganda untuk menghindarkan “bias”; sehingga objektivitas itu merupakan ilusi.
3. Aksioma tentang Keterkaitan pada waktu dan konteks
a. Keterkaitan pada waktu dan konteks menjadikan se-suatu itu kompleks. Sistem dan organisme tak dapat dipisahkan dari lingkungannya, karena makna dan ek-sistensinya terkait pada sistem dan organisme lain; Pengetahuan menjadi bermakna bila berada dalam konteks; Penelitian haruslah memperhitungkan seja¬rah-nya dan rinciannya daripada memperhitungkan sifat permanen dan generalisasinya.
b. Ada tata heterarkhik. Sistem dan organisme mana yang dominan bergantung pada keseluruhan situasi, dan ditentukan oleh interaksi sistem dan organisme.
c. Sesuatu itu besifat holographik. Informasi itu me-nyebar pada seluruh sistem, bukan terkonsentrasi pada titik tertentu.
d. Berlaku prinsip indeterminatif. Dalam sistem atau orga¬nisme yang kompleks kemungkinan masa yang akan datang dapat dikenal, tetapi akibatnya yang tepat sukar untuk dapat diketahui berdasarkan kondisi sekarang.
e. Ada kausalitas timbal-balik. Untuk memahami seluruh sistem diperlukan pengenalan sejarah atau prosesnya yang tidak dapat dipahami berdasarkan kondisi se¬ka-rang; Kausalitas timbal-balik cenderung meng¬hasil¬kan sesuatu yang tidak dapat diduga.
f. Terjadi proses morphogenetik. Perubahan itu tidak hanya berlangsung secara berkelanjutan dan kuanti-tatif, melainkan tak berkelanjutan dan kualitatif.
4. Aksioma tentang Pembentukan timbal-balik dan simultan.
a. Struktur tersusun heterarkhik. Struktur sistem dan organis¬me bekerja heterarkhik, membentuk jaringan pengaruh dan hambatan timbal-balik.
b. Ada kausalitas timbal-balik. Kausalitas deterministik kaku diganti dengan inovasi tak terduga, yang muncul secara morphogenetik melalui interaksi dan fluktuasi kausal timbal-balik; Kausalitas timbal-balik bukan mengarah ke stabilitas, melainkan ke perubahan sim¬bo-lik dan evolutif.
c. Sistem terbentuk secara morphogenetik. Sistem dan organisme baru dan berbeda terbentuk dari yang lama lewat proses yang kompleks; tata sistem dan organis-me yang lebih tinggi tersusun dari tata yang lebih rendah; tata juga dapat muncul dari tiada tata.
5. Aksioma tentang Keterkaitan pada nilai.
Kepentingan kita memberi perspektif pada pengetahuan kita. Semua pengetahuan kita pada hakekatnya merupakan pengetahuan atas kepentigan, meskipun kita tidak ber-maksud mengaitkan dengan kepentigan tertentu dalam mengembangkannya; suatu keharusan ilmiah untuk meng-adakan penelitian, bila manusia memang berkepentingan; Konsep paradigma bergeser dengan sendirinya. Hal ter-sebut membuka kemungkinan adanya program penelitian dengan asumsi yang sangat beragam.

  1. realitas ,, observasi dan gheneralisasi

dalam terapan penelitian itu berate bahwa kita perlu perlengkapi kognisi kita dan pembaca kita sehingga realitas yang kita deskripsikan dalam penelitian menjadi relitas yang beda

  1. kausalitas dan dampak nilai

phenomonologi termasuk paradigm naturalistic berpendapat bahwa bagaimanapun orang berupaya untuk tidak mempunyai kepentingan tetap saja ada keppentingan masuk dalam penelitian

  1. arus penelitian naturalistic

perbedaan yang tajam dengan metode positivistic dan rasionalistik metode model ini menuntuk langsung terjun kelapangan dan empat unsure ditata dan dikembangkan

  1. watak dan konteks naturalistic
    1. manusia sebagai instrument
    2. metoda metoda kualitatif
    3. iterasi empat unsure penelitian naturalistic
  • pengambilan sampel purposive
  • analisis data induksi
  • grounded teori
  • desain sementara

 

  1. a laporan penelitian kasus
  • hasil yang disepakati
  • laporan kasus
  • aplikasi tentative

 

11.b  kawasan dan keteladanan penelitian

 

11.c  kredibilitas

Bagi posotivisme sesuatu itu benar bila ada ishomorpisme antara data hasil study dengan realitas berbeda dengan naturalis yang memandang bahwa realitas itu ganda kebenaran itu perspektip

11.d  tranferabilitas , dependabilitas, dan konfirmabilita

Membangun transperabilitas bagi naturalis itu sangat berbeda dengan membangun generalisai dan prediksi pada positivis

12 memproses data secara naturalistic

Dalam paradigm naturalis datra tidak dilihat sebagai apa yang diberikan alam melainkan hasil interaksi antara peneliti dengan sumber data

E. model interaksionalisme simbolik

  1. interaksionalisme simbolik dan para pendahulu
  2. tujuh preposisi dasar
  3. mazhab chichago dan iowa
  4. prinsip metodologi dalam interaksi simbolik
  5. metode pemaknaan

F . metode konstruktivist

 

 

 

 

B LATAR BELAKANG MASALAH

Pada masa sekarang ini, persaingan dalam dunia kerja sangat ketat. Generasi muda yang telah menyelesaikan pendidikan, banyak yang belum mempunyai pekerjaan. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda penerus bangsa yang cerdas harus mampu memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menciptakan usaha. Usaha tersebut selain untuk kita sendiri juga diharapkan dapat bermanfaat untuk orang lain. Dalam pembuatan usaha diperlukan keuletan dan kreatifitas pengusaha.

Wirausaha  merupakan ladang garapan yang potensial bagi orang orang yang tertarik di bidang ekonomi dan bisnis. Orang orang tersebut adalah adalah orang orang yang mempunyai kemauan untuk mengelola suatu perusahaan dan mempunyai suatu pengetahuan tentang apa yang mau di jalaninya.

Sebagai contoh wirausaha yang di ajukan dalam pkm ini adalah  perusahaan manufaktur yang dalam kegiatan bisnisnya bergerak di bidang garment dan clothing yang menghasilkan kaos oblong dan kemeja dan sudah tentu usaha ini  mempunyai prospek yang cukup cerah untuk mendapatkan laba atau keuntungan.

Dewasa ini banyak anak – anak muda sudah banyak yang memulai untuk membuat usaha sendiri. Salah satu usaha yang dipilih oleh mereka salah satunya adalah mendirikan Distro. Baik distro dalam skala besar maupun dalam skala kecil kecilan . disisi lain mereka jarang membuat sendiri pakaian ya melainkan hanya sebatas desain yang kemudian desain tersebut dikerjakan orang lain dalam hal ini sering dikenal sebagai makloon

Nantinya kami berfokus pada pemenuhan kebutuhan anak muda yang sangat mementingkan gaya atau penampilan. Disini kami menyadari bahwa dengan dalam membangun usaha ini tidaklah mudah terutama dalam bidan permodalan  terutama kami sebagai mahasiswa namun disisi lain kami melihat adanya peluang . dimana di bandung sedang menjamur distro di sisi lain banyak konveksi yang sudah tidak mampu berproduksi lagi hal itu bukan dikarenakan sepi namun lebih dikarenakan mereka konveksi itu kurang bisa mengatur pengeluaran sama pemasukan mereka sering kali mereka memberikan pinjaman kepada distro bahkan distro yang sudah besar sekalipun namun perkembangan distro ini cepat dimana banyak competitor muncul yang mengakibatkan distro lama kesulitan yang dampaknya pembayaran mereka ke pengrajin dalam hal ini konveksi pun tersendat .

C PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, masalah yang mungkin akan muncul antara lain:
1. Bahan dan peralatan apa saja yang dibituhkan untuk membuat usahakonveksi?
2. Berapakah modal yang diperlukan untuk mendirikan usaha konveksi?
3. Bagaimanakah kualitas produk yang dihasilkan?
4. Bagaimanakah cara pemasaran produk?
5. Berapakah keuntungan yang dihasilkan dari usaha ini?

D  TUJUAN PROGRAM
Tujuan yang ingin dicapai dari usaha konveksi ini adalah:
1. Melatih mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan.
2. Menghasilkan produk yang berbeda dengan kualitas yang lebih tinggi.
3. Membantu mahasiswa untuk menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri dan orang lain, sehingga dapat mengurangi pengangguran.
4. Meningkatkan taraf perekonomian.
5. Mengembangkan potensi diri agar lebih mandiri dalam berwirausaha

E LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran yang diharapkan dari usaha ini barang tentu pakaian baik itu kemeja ataupun kaos . yang barang tentu mempunyai kualitas yang lebih dari para pesaing .dengan biaya produksi yang efisien . usaha ini dipilih karena seperti yang sudah dijelaskan pada latar belakang yaitu trend sedang menjamurnya disto dmana diyakini usaha pakaian mempunyai prospek cerah karena setiap 2 atau 1 bulan sekali masyarakat membeli pakaian

F KEGUNAAN PROGRAM
Usaha konveksi  ini mempunyai manfaat untuk menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga mengurangi pengangguran, serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Usaha ini juga mampu menekan angka kemiskinan seperti program program yang telah dicanagkan pemerintah dewasa ini

 

G  GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

  1. Aspek Pemasaran

1.1 Target Pasar

Target Pasar Yang ingin dicapai, yaitu

· Kalangan anak muda.

  • · Kalangan menengah ke bawah

 

1.2 Daerah Pemasaran dan Potensi

      Daerah pemasaran  ( untuk awal )usaha ini adalah parahyangan plaza .Dimana di sini banyak distro distro yang berskala kecil . yang masih bias dijangkau oleh konveksi kami

 

1.3 Strategi Harga Jual

Harga untuk jasa yang ditawarkan sama dengan harga jual, dengan harga jasa-jasa tertentu ada yang ditetapkan di bawah harga pasar yang terjangkau oleh konsumen

 

  1. Aspek Teknis

Kami bukan hanya menjual jasa konveksi melainkan kami juga membantu desain dimana itu dimaksudkan agar konsumen dapat terbantu dalam pembuatan desain memberikan koreksi koreksi yang mungkin dapat diberikan .

  1. Aspek Ekonomi

            Meskipun keadaan perekonomian Indonesia yang sedang tidak stabil, karena sedang menyesuaikan dengan berbagai macam kebijakan pemerintah yang baru. Seperti harga bahan baku yang terus beranjak naik namun tidak mempengaruhi daya beli masyarakat. Hal ini disebabkan karena pakaian adalah keperluan sandang manusia yang paling penting .

  1. Aspek Demografi
    1. Populasi di bandung yang cukup padat berasal dari pekerja ,pelajar/ mahasiswa dan dsb yang akan pasti memerlukan pakaian .
    2. Product kami memang di targetkan untuk remaja tapi tidak menutup kemungkinan di luar target .
  2. Aspek Teknologi

Dalam perkembangan teknologi, kami menerapkan sistem komputerisasi dalam pencatatan pembukuan dan keuangan dengan menggunakan sotware Quick Book Point of Sale.

H. METODE PELAKSANAAN

Metode yang digunakan untuk melaksanakan program ini adalah:
1. Wawancara
Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi dan data-data lengkap tentang hal-hal yang berkaitan dengan usaha
2. Observasi
Obsevasi dilakukan untuk memperoleh data dan informasi dari setiap indicator usaha, agar mendapatkan gambaran konkret tentang usaha konveksi. Melalui observasi ini, kita akan dapat mengetahui tentang berbagai hal dalam kegiatan wirausaha. Misalnya menegtahui cara membuka usaha, cara mengelola usaha, cara mengelola modal, serta cara mengembangkan usaha. Hal-hal yang dapat diamati dalam kegiatan obsevasi ini adalah prospek lingkungan, harga bahan, cara mengelola, hasil, pemasaran, dan dokumentasi.
3. Praktik Langsung
Praktik langsung sering disebut juga sebagai observasi partisipatif yang bertujuan untuk memperoleh data, pengetahuan, dan keterampilan dengan cara terjun langsung pada suatu kondisi lingkungan yang dimaksud. Praktik langsung dilaksanakan guna mengetahui objek-objek secara nyata dan membuat seseorang dapat memprediksikan kemungkinan kegagalan, resiko yang dihadapi, masalah yang akan muncul, serta cara mengatasi masalah tersebut. Selain itu, praktik langsung juga dapat membiasakan seorang wirausahawan baru untuk berfikir professional tentang usaha-usaha yang dijalankan. Kegiatan yang terdapat dalam praktik langsung ini antara lain latihan, proses kerja, dan pemasaran.

I. JADWAL KEGIATAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

J RANCANGAN BIAYA

Mesin sebagai modal awal  yang dibutuhkan untuk masalah ini kita bisa mengakali dengan membeli second dikarenakan harganya yg tinggi

– 1 Mesin  juki                                              2100000
– 1 Mesin obras   +   1 Mesin overdek         4000000+

6100000                       sudah bisa produksi 2 sampai 3 kaos per hari

Mungkin untuk pembelian mesin ini kami mengambil dengan system pembayaran kredit dikarenakan jumlah nya yang terhitung besar

Dimana Fungsi dari mesin-mesin tersebut, secara ringkas dapat disebutkan sebagai berikut:

  •      Mesin jahit type juki dan sejenisnya, kegunaan utama juga seperti mesin jahit biasa namun kapasitas produk yang dapat dihasilkan secara normal adalah 30 potong/kain.
  •       Mesin obras, digunakan untuk tepian kain yang telah dijahit. Standar umum penggunaan

mesin obras ini bisa menghasilkan 400 potong/hari.

  • Mesin overdek digunakan untuk menjahit biasanya menguatkan dimana jahitan ini berbentuk mirip rantai biasanya untuk lipatan dalam kaos atau kemeja mesin ini bisa menghasilkan sekitar 30-50

Disamping untuk mesin kita juga harus menyisihkan modal untuk biaya tetap dan variable

kami sajikan berikut jumlah perkiraan  rincian biaya nya dalam bentuk tabel.

Jenis biaya Dalam rupiah
Biaya tetap  
Biaya sewa gedung 1.150.000
Biaya pemeliharaan mesin 100.000
Biaya penyusutan mesin 104.000
Biaya transport 150.000
Biaya administrasi dan umum 400.000
Uang makan 1.200.000
jumlah

3.174.000

Biaya variabel  
Pembelian bahan baku xxxx
Pembelian bahan pembantu xxxx
Upah buruh xxxx
Biaya bordir xxxx
biaya pengemasan xxxx
   
jumlah

xxxx

 

 

Untuk biaya variable belum bisa kami perkirakan  dikarenakan biaya ini jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan . mungkin untuk awal awal kami mungkin menerima orderan dengan meminta uang di muka sebagian (hal ini mungkin saja karena pemesan adalah kenalan ) dikarenakan modal  yang terbatas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

K LAMPIRAN

 

 

 

There is a reason for the term “short-timer”. Whether you are in the military and ready to separate or in the corporate world and ready to leave your job, it can be a struggle to keep both your body and mind on the job. We are notorious for apathy, disregard and detachment once the decision to move on has been made. In fact, some short-timers have been known to toss all work-place standards out the door. They begin showing up late, conduct long personal phone calls and have a blatantly disrespectful attitude. We’ve all seen this and sometimes we’ve even done it.

Is being a short-timer really that bad? In a word: YES. Our professional and personal brand is showing all the time, not just when we are in the middle of a job, but also as we make our exit. How we leave is as important to our career as how well we do when we’re fully embedded in our position. This is the time for leaving a lasting impression and making them want you to stay. Even if you hated the place and everyone in it, you never know what the future holds; so you don’t want to burn any bridges. You might want references, referrals or even a job at some point.

Why do we become short-timers? Interesting situation, isn’t it? There are really two forms of change. One form is the actual act, like leaving a job or moving. The other form is the internal transition or emotional component. These two forms of change don’t necessarily show up at the same time. When you have gone through whatever process that has led to departure, at the point you made the decision, the emotional train has left the station. You start seeing yourself as less a part of where you are and more a part of what’s to come. You start disengaging and disassociating yourself. When that happens, unless you are aware of it, the other behaviors I mentioned start creeping in because you are no longer as attached or invested.

Here are six things you can do to keep both your body and most of your mind on the job until you leave the building:

1-Be aware of the shift. As mentioned, we start shifting and disengaging. Check in with yourself or a trusted co-worker daily to stay aware and focused on your work.

2-Make a departure plan. The best plan will be made with your manager to incorporate what their needs are for completion and cross-training. To ensure your engagement during this time, make sure you have included things you want to accomplish before you leave. All items need dates for when you will have them done. Keep track of those dates every day.

3-Collect materials. Since you are leaving, think through the types of information and materials you might want to have in your next position or in the future. The types of things to consider collecting: Performance appraisals Atta-boy letters Copies of supporting e-mails from bosses Reference materials that aren’t proprietary to the company, but you may want to reuse. E-mails and phone numbers of people you will want to keep in your networking circle.

4-Finish the “To Do” list. Now is the time when you need to complete those pesky lower-priority items you never got to. We all have them and somehow wait for the day when we have nothing else better to do. Get these done now.

5-Clean and organize your desk and office. There is nothing worse than the chore of cleaning up someone else’s left-over mess when they leave. Make your goal to leave your desk ready for move-in of the next occupant. Label files, toss out materials that only you found of value, and refill anything almost on empty.

6-Make your goal to be there completely. To make your last days the best for you and everyone, commit yourself to be fully involved until the day you leave.

In order to have a great career and personal brand, you have to think of the work you do in all of its phases. Clearly, leaving is a phase that you will have more than once in your career. It can be the lasting impression you make on the current boss, as well as future bosses who may be your peers right now. Make that lasting impression as impressive as the work you do.

Why drink healthy coffee? Did you know that one cup of coffee produces so much acid, that you would have to drink 17 cups of water to get rid of the acid? You should realize that acid is very harmful to the body and disease like cancer love and thrives in acid rich environment. The ability to lower the acid in your body is just one reason why you need to drink healthy coffee. Because healthy coffee is going to help create a healthier you, and prevent you from having jitters and crashes. So what is healthy coffee?

If you are like most people who love to drink coffee, you have never heard of healthy coffee. So what changes regular coffee into healthy coffee? This is done with an ancient rare Chinese mushroom or fungus called Ganoderma Lucidum. Ganoderma was used by the Chinese for over 4000 years as a medicine. This mushroom was reserved for the royal and wealthy families to treat diseases. Those trying to obtain this mushroom illegally in ancient times did so knowing if caught they would be executed.

Licidum contains numerous antioxidants. This rare fungus is now used in coffee, tea, and chocolate. There is a company that produces healthy coffee, chocolate, and tea with no caffeine in them to help individuals add it to their daily diet.

Now this wonder mushroom is no longer for the wealthy but for everyone. You can now experience the strong antioxidant of Ganoderma that will benefit your immune system. Understand that there are millions of people all over the world that would kill to have a strong immune system. They have diseases attacking their immune system every second of the day, and many are unable to eat properly to help strength their system. A weakened immune system can lead to blood pressure and cholesterol and heart problems. The Ganoderma with its antiviral and anti-inflammatory and strong antioxidant can help. This is why companies are combining Ganoderma and coffee, tea, and chocolate to create a very healthy drink that you can enjoy every day.

You can begin to improve your health with Ganoderma. Ganoderma enhances the absorption of oxygen in the blood, and improves circulation. It has been found to be several time stronger than ginseng. Can you see why you need to drink healthy coffee with this amazing and wonderful mushroom!

Instead of drinking regular coffee that: dehydrates, is very acidic, raises blood pressure, raises stress level, and cause jitters & caffeine crash. You can have what I call a wonder drink that combining coffee and ganoderma lucidum. You get all the healthy benefits of real coffee without the bad side-effects of caffeine. Now you can drink a coffee infused with ganoderma and experience a great energy boost without having coffee jitters. This will not keep you up throughout the night and you might in fact experience a better sleep and rest than you have had in a very long time. Just image how much healthier you can feel with better circulation throughout your body?

One of the properties of a strong antioxidant is its ability to destroy free radicals. Free radicals can be either good or bad. The body’s immune system creates free radicals to neutralize viruses and bacteria. However, environmental factors such as pollution, radiation, cigarette smoke and herbicides can also spawn free radicals. If the body does not have enough antioxidants, or if the free-radical production becomes excessive, damage can occur. Of particular importance is that free radical damage accumulates with age.

Some free radicals can oxidize the LDL cholesterol in your blood that turn into plaque which can stick to your arterial walls. This could eventually block your arteries leading to strokes and heart attacks. The antioxidants contained in coffee beans and in Ganoderma Lucidum destroy these free radicals and could help prevent this from happening.

Healthy coffee can help reduce cholesterol levels because of its anti-inflammatory properties that can help overcome serious diseases such as some forms of cancer, allergies and severe asthma. Ganoderma help your liver to rid of toxins. Studies have shown that coffee drinkers have been found to suffer fewer liver (organ that helps to detoxify the body) problems than those who do not drink coffee. Reishi and Coffee is a beautiful combination in helping to keep the blood pure of unwanted toxins.